Pada Sabtu 7 September 2025, di Gedung Pertemuan Nurul Fikri, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, telah digelar Musda VI PKS Trenggalek untuk periode kepengurusan 2025–2030. 

Dalam Musda ini, kembali dipercaya memimpin: Subadianto terpilih sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek untuk lima tahun ke depan. 

Berikut susunan Dewan Pimpinan Tingkat Daerah PKS Trenggalek yang diumumkan di Musda VI:

Majelis Pertimbangan Daerah
Ketua: Diyan Arifin
Sekretaris: Alwi Burhanuddin

Dewan Pengurus Daerah
Ketua: Subadianto
Sekretaris Umum: Edy Santoso 
Bendahara Umum: Nurus Solikah
BIdang Kaderisasi dan Anggota Partai: Rebo Abdullah

Dewan Etik Daerah
Ketua: Komarudin
Sekretaris: Sukardi

Terobosan Digital: e‑Voting sebagai Pilihan Kepemimpinan

Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian publik adalah penggunaan sistem e‑voting dalam pemilihan ketua. PKS Trenggalek menyebut ini sebagai “terobosan” dalam mekanisme internal partai di tingkat daerah.

Proses pemilihan dimulai dari seleksi kandidat melalui mekanisme internal sejak Juni 2025, kemudian pemungutan suara e‑voting di hari Musda menghasilkan Subadianto sebagai pilihan utama.

Hal ini menunjukkan upaya partai untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman yang menyoroti transparansi dan keterlibatan anggota.

Visi Kepemimpinan & Tantangan ke Depan

Dalam sambutannya, Subadianto menegaskan bahwa kepemimpinan lima tahun ke depan tidak hanya soal memperbanyak kursi parlemen. Lebih dari itu, ia menekankan politik yang asyik, bermartabat, dan dekat dengan rakyat.

Saat ini, PKS Trenggalek memiliki sejumlah kursi di DPRD Kabupaten, satu kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur, dan satu di DPR RI. Modal tersebut dipandang sebagai titik awal untuk meningkatkan capaian politik.

Strategi yang disebutkan antara lain:

  • Konsolidasi kader hingga akar rumput
  • Program nyata dan relevan untuk masyarakat
  • Mempersiapkan kesempatan untuk berkompetisi dalam eksekutif lokal

Suasana & Nilai Nilai yang Diangkat

Musda kali ini berlangsung dengan suasana yang disebut “sederhana tetapi khidmat”. 

Sekretaris DPD PKS Trenggalek menyatakan bahwa kesederhanaan acara tidak mengurangi makna, melainkan menunjukkan “kepedulian terhadap kondisi bangsa” dan keinginan partai untuk tetap relevan dengan dinamika zaman.