![]() |
| Subadianto, Ketua DPD PKS Trenggalek |
Di balik perjalanan sebuah daerah, selalu ada sosok yang berjuang dalam senyap—mengabdikan diri, menyalakan harapan, dan menjadi jembatan bagi suara rakyat.
Di Kabupaten Trenggalek, nama itu adalah Subadianto.
Ia merupakan putra daerah yang lahir, tumbuh, dan memilih jalan pengabdian melalui politik serta pelayanan masyarakat. Sebuah pilihan yang bukan sekadar karier, melainkan panggilan hati.
Berangkat dari Kesederhanaan
Subadianto lahir dari keluarga sederhana di Trenggalek. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pribadi yang rajin, disiplin, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitar. Pendidikan yang ditempuhnya membentuk karakter yang berpikir terbuka, namun tetap berpijak kuat pada nilai-nilai keislaman serta budaya lokal yang ia cintai.
“Sejak kecil dia itu anaknya tekun dan peduli. Pendidikan membuatnya terbuka, tapi tetap memegang nilai agama dan budaya,” tutur Sutrisno, sesepuh sekaligus tetangga dekatnya.
Menemukan Panggilan Pengabdian
Langkah pengabdian Subadianto dimulai dari dunia organisasi. Dari sanalah ia menemukan panggilan hidupnya: berjuang untuk masyarakat.
Bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), ia meniti jalan politik dari bawah hingga dipercaya menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek selama dua periode, yaitu 2015–2020 dan 2025–2030.
Kepercayaan masyarakat dan partai juga mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Trenggalek selama tiga periode berturut-turut:
- 2014–2019
- 2019–2024
- 2024–2029
Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek.
Bagi Subadianto, politik bukanlah arena perebutan kekuasaan, melainkan amanah untuk menghadirkan kebermanfaatan.
Menyuarakan yang Tak Terdengar
Dalam perjalanannya di DPRD, Subadianto dikenal vokal memperjuangkan kepentingan rakyat kecil. Ia aktif mendorong:
- pemberdayaan ekonomi masyarakat,
- penguatan UMK,
- pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal,
- serta kebijakan yang berpihak pada petani dan nelayan.
Suaranya di parlemen menjadi jembatan bagi masyarakat yang sering kali tak terdengar—sebuah bentuk pengabdian nyata yang ia pegang teguh.
“Pak Subadianto orangnya sederhana dan mudah ditemui. Kalau kami ada masalah, beliau selalu mau mendengarkan,” ungkap seorang warga.
Konsisten dan Menyatukan Perbedaan
Rekan-rekan dekatnya mengenal Subadianto sebagai sosok yang konsisten antara ucapan dan tindakan.
“Sejak muda, beliau memang konsisten. Apa yang diucapkan, itu pula yang dikerjakan,” kata Suwanto, teman sekolahnya.
Di lingkungan DPRD, ia dikenal tegas namun mampu menjembatani perbedaan.
“Sebagai Wakil Ketua DPRD, beliau tegas, tapi selalu mengedepankan kebersamaan,” ujar Nur Efendi, rekan di DPRD Trenggalek.
Politik sebagai Jalan Ibadah
Bagi Subadianto, setiap amanah adalah tanggung jawab moral dan spiritual.
“Bagi saya, politik adalah jalan pengabdian. Setiap amanah harus dijalankan dengan niat tulus. Karena yang kita perjuangkan bukan kepentingan pribadi, tetapi masa depan masyarakat Trenggalek yang lebih baik,” ujarnya.
Pemimpin yang Dekat dengan Rakyat
Dari perjalanan hidupnya, Subadianto menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang dekat dengan rakyat, mampu mendengar, dan terus bekerja tanpa lelah. Sosok sederhana yang menjadikan politik sebagai jalan pengabdian.
Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek
Pemimpin yang lahir dari rakyat, dan bekerja untuk rakyat.
Profil Singkat
- Ketua DPD PKS Kabupaten Trenggalek
- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek
- Aktivis dakwah di berbagai masjid di Trenggalek
- Pembina Terapi Sehat Anak Bangsa
- Pengasuh dialog interaktif Solusi Sehat untuk Ummat di radio komunitas (Radio Boss, Megantara, Duta)
Untuk Trenggalek yang lebih baik, pengabdian terus berjalan. (gun)
Catatan: Tulisan ini adalah reposting dari liputan Radar Trenggalek.

