Tatak Mujiwasono dan Rani, mengunjungi rumah korban tanah longsor di Bendungan

Musibah tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, telah menimbulkan duka dan keprihatinan mendalam. Tepatnya pada Sabtu malam (1/11/2025), tebing setinggi sekitar 25-30 meter di belakang pemukiman warga di Dusun Banaran, Desa Depok tiba-tiba longsor menimpa rumah milik seorang warga. (Kabar Trenggalek)

Berdasarkan laporan tim SAR dan instansi terkait, total lima orang dari satu keluarga terdampak langsung peristiwa ini. Dari kelima orang tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia dan satu orang berhasil diselamatkan. (detikcom) Korban yang meninggal adalah suami-istri (usia 60 tahun dan 53 tahun) serta dua anaknya (usia 15 tahun dan 19 tahun). Sementara itu korban yang selamat adalah satu anak lainnya (usia 30 tahun). (detikcom)

Menanggapi tragedi tersebut, Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Trenggalek melalui Bidang Kepanduan yang diketuai oleh Tatak Mujiwasono bersama jajaran Dewan Pengurus Cabang PKS Bendungan hadir di lokasi untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Meski bantuan yang diberikan tidak dalam skala besar, diharapkan kehadiran mereka bisa sedikit meringankan beban yang tengah dirasakan keluarga.

“Kami datang bukan karena besar atau banyaknya bantuan, tetapi sebagai bentuk empati dan kepedulian. Semoga kehadiran kami bisa sedikit meringankan beban keluarga korban,” ujar Tatak Mujiwasono di sela-kegiatan.

Tragedi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan peran aktif masyarakat serta pemerintah dalam menghadapi kondisi rawan bencana. Kejadian ini menimpa permukiman yang berada di lereng tebing dan terkena hujan deras yang mengguyur wilayah sejak sore hingga malam hari. (Kabar Trenggalek)

DPD PKS Trenggalek menegaskan bahwa Bidang Kepanduan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat untuk penanganan bencana serta upaya mitigasi ke depan. Aksi cepat tanggap ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial mereka terhadap masyarakat Trenggalek, terutama di wilayah yang memang rawan bencana seperti Bendungan.