Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Fraksi PKS, Diyan Arifin, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 pada 2 Februari 2026 di Desa Malasan, Kecamatan Durenan. Kegiatan reses ini menjadi sarana penting untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara langsung.
Diyan Arifin merupakan anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, yang meliputi Kecamatan Durenan dan Pogalan. Reses kali ini diikuti sekitar 30 orang warga yang berasal dari Dusun Malasan, Compok, dan Nglandean.
Kegiatan reses tersebut turut didampingi oleh Ketua DPC PKS Durenan, Mulyakin, serta Sekretaris Umum DPD PKS Trenggalek, Edy Santoso. Suasana dialog berlangsung hangat dan interaktif, dengan warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dirasakan di lingkungan mereka.
Beragam Aspirasi Warga Disampaikan
Dalam sesi penyampaian aspirasi, warga Desa Malasan mengemukakan beberapa permasalahan utama, di antaranya:
Kondisi jalan desa yang membujur dari Jembatan Merah Pandean hingga Bangun Jaya Tulungagung, yang saat ini mengalami banyak kerusakan dan berlubang.
Jalan Desa Compok–Nglandean yang baru dipaving sebagian, sementara kelanjutan pembangunan terhenti karena Dana Desa dialihkan untuk Koperasi Merah Putih.
Data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat yang dinilai tidak valid dan tidak tepat sasaran.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Diyan Arifin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan keterbukaan warga. Ia menegaskan komitmennya untuk membantu mencarikan solusi dan jalan keluar atas persoalan-persoalan yang disampaikan, baik melalui jalur kelembagaan DPRD maupun koordinasi dengan pihak terkait.
Pesan Perjuangan dan Apresiasi
Dalam kesempatan tersebut, Mulyakin, Ketua DPC PKS Durenan, menekankan pentingnya meluruskan niat dalam berpolitik. Ia menyampaikan bahwa jika aktivitas politik tidak diniatkan sebagai ibadah, maka prosesnya akan terasa berat, terlebih karena masih banyak masyarakat yang memandang politik dari kacamata negatif.
Menurutnya, ketika politik dijalankan dengan cara yang benar dan berorientasi pada kemaslahatan umat, maka politik justru menjadi instrumen penting untuk mengadvokasi pembangunan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, sesuatu yang sulit dilakukan tanpa jalur politik.
“Jika diniatkan dengan benar, hasil perjuangan melalui politik, yang sulit dilakukan dengan cara biasa, bisa menjadi amal jariyah,” tegasnya.
Sementara itu, Edy Santoso, Sekretaris Umum DPD PKS Trenggalek, mengapresiasi jalannya kegiatan reses tersebut. Ia menilai suasana dialog malam itu sebagai salah satu yang paling hidup dibandingkan reses-reses yang pernah ia ikuti.
Edy juga menambahkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memiliki makna personal, mengingat dirinya juga merupakan warga Desa Malasan.
“Perjuangan saya bukan hanya sebagai Sekretaris Umum PKS Trenggalek, tetapi juga sebagai warga Malasan yang ingin desanya semakin baik,” ujarnya.
Kegiatan reses ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, serta menjadi langkah awal dalam mendorong perbaikan pembangunan dan pelayanan publik di Desa Malasan dan sekitarnya. (ed)

